BANGUN MASYARAKAT TANGGUH


BATANG- Permasalahan di masyarakat Indonesia memang sangat kompleks. Telah 72 tahun merdeka tetapi bangsa ini belum lah benar-benar merasakan kemerdekaan. Dalam hal ini tentunya merdeka dari bencana, merdeka dari permasalahan kesehatan, dan merdeka dari persoalan sosial. Meskipun kenyataanya di pelosok tanah air masih banyak terjadi berbagai bencana yang menyita nyawa manusia harta benda dan hidup di bawah martabat kemanusiaan.



“ Sehubung dengan itu, bertepatan Hari Ulang Tahun ke -72 PMI , kita ingin membangun Masyarakat Tangguh.  Hal ini dimaksudkan sebagai pendorong bagi kita sebagai insan pekerja kemanusiaan, untuk terus tak henti dan tak kenal lelah membantu masyarakat. Utamanya adalah dengan melakukan kegiatan kegiatan pengurangan risiko bencana dan mengatasi masalah masalah sosial serta kesejahteraan masyarakat. Kesiapan masyarakat selalu siap siaga dan tumbuh menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana yang dapat di akibatkan oleh berbagai pristiwa dan kondisi,” kata Dewan Kehormatan PMI Batang Nasikhinsaat membuka apel peringatan HUT PMI ke 72 di kantor kecamatan Bawang,kemarin.



Tahun ini peringatan HUT PMI ke 72 kabupaten Batang dilaksanakan  di kecamatan Bawang dan berlangsung sangat meriah. Dengan rangkaian acaraberupa Pemutaran Film kemanusiaan oleh KSR PMI Batang di alun-alun Bawang pada sabtu malam (14/10). Besoknya acaraSarasehan Sukarelawan yang diisi oleh kasdim kodim 0736 Batang, , Jalan Sehatdiikuti pelajar dari SD sampai SMA di kecamatan Bawang, Bedah Rumah dan Pengobatan Gratis  di desa Deles Kecamatan Bawang .



Acara dilakukan selama dua hari mulai sabtu sampai minggu kemarin. Rangakaian acara HUT PMI kabupaten Batang tersebutdimaksudkan agar PMI Batang dapat berpartisipasi dalam membentuk masyarakat tangguh berlandaskan kemanusiaan dapat direalisasikan. Apalagi kecamaatan Bawang  merupakan daerah rawan bencana.



“ Acara kami libatkan semua unsur seperti dari muspika kecamatan Bawang, organisasi kepemudaan, dan pelajar. Alhamdulilah antusias masyarakat sangat tinggi. Jalan sehat diikuti kurang lebih 1000 peserta, nonton film kemanusiaan di alun-alun Bawang dipadati penonton,pengobatan gratis saya cek hampir 200 orang, untuk acara sarasehan 100 peserta,“kata ketua PMI Batang H Achamad Taufiq.



Nasikhin menambahkan dalam membentuk masyarakat tangguh bencana tugas itu  tentu tidak mudah. Oleh karenanya itu PMI harus terus meningkatkan dan mempererat kerjasama dengan para mitra, pemangku kepentingan, instansi lintas sektoral, untuk bersama membangun masyarakat yang dapat melakukan upaya upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana secara mandiri serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.



“Untuk itu mari kepada pengurus, staf, sukarelawan dan seluruh jajaran PMIkabupaten Batang jangan lelah membaktikan tenaga, pikiran, dan waktu untuk melakukan upaya pelayanan kemanusiaan terbaik kepada masyarakat serta dalam rangka mewujudkan PMI yang profesional, mandiri, berkarakter dan dicintai masyarakat,” ujarnya.



Sedangkan ketua PMI Batang H Achmad Taufiq menilai bahwa masyarakat tangguh dalam menghadapi bencana memang perlu dilakukan agar ketika terjadi bencana masyarakat tahu cara menyelamatkan diri dan tidak panik serta mampu bangkit dari keterpurukan pasca bencana.  Semangat untuk membangun masyarakat tangguh bencana, PMI Batang mencoba untuk mengapilkasikannya melalui peringatan HUT PMI ke 72 tahun ini.



“ Kami memilih kecamatan Bawang sebagai tuan rumah HUT PMI karena selama ini sebagai daerah yang rawan bencana tetapi belum terbentuk relawan tingkat kecamatan. Padahal kecamatan lain yang terhitung aman sudah ada. Tentu ini suatu hal yang mendesak dan perlu segera kita lakukan,” ujarnya.



Selain itu, Taufiq menjelaskan PMI Batang ingin memperkenalkan Kepalangmerahan melalui interaksi sosial kepada masyarakat Bawang, menumbuhkan jiwa sukarelawan bagi masyarakat, membangun rasa peduli terhadap orang-orang yang tidak mampu, membangkitkan semangat generasi muda untuk aksi kemanusiaan. Kemudian untukmempererat persahabatan antar relawandalam membangun kebersamaan kekeluargaan dan kegotongroyongan menuju pada penguatan integrasi pribadi yang menghasilkan potensi serta kreativitas mandiri sebagai seorang relawan generasi muda.



“Saya harap kegiatan PMI Batang di kecamatan Bawang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat setempat terhadap siap siaga bencana sehingga terbentuk masyarakat yang tangguh melawan bencana dan  kondisi sosial,” pungkasnya.(humas)

Comments